Metode-Metode Investasi Dalam Analisa Fundamental Saham
Dear Sobat Investor,
Minggu lalu kita sudah mempelajari bagaimana compounding interest bekerja dengan keajaiban faktor "kali" nya (boleh baca lagi tulisan nya di sini). Namun yang jadi pertanyaannya sekarang, bagaimana cara agar bisa memperoleh profit konsisten 15-20% pertahun tersebut? Sedangkan kita tahu bahwa jika kita menaruh uang kita di Bank misalnya di taruh di deposito bunga/imbal hasilnya hanya sekitar 3-5% saja pertahun atau jika kita investasikan di obligasi hanya sedikit di atas deposito yaitu sekitar 6-9% per tahun yang artinya target 15-20% tersebut akan sulit tercapai. Pilihan lainnya yang masih memungkinkan untuk memperoleh imbal hasil segitu ya kemungkinan bisa tercapai jika kita investasikan di saham. Cuma yang jadi masalahnya saham itu terkenal dengan prinsip nya yang high risk high gain alias risikonya cukup tinggi namun sebanding dengan potensi keuntungan nya yang juga besar dan tidak terbatas. Makanya tidak heran jika kita pernah mendengar ada orang yang rugi besar-besaran bahkan sampai modal investasi nya habis menjadi 0 alias bangkrut. Jadilah karena stigma buruk tersebut investasi saham menjadi sesuatu yang menakutkan bagi kebanyakan orang yang pada akhirnya enggan untuk mempelajari investasi saham itu sendiri. Padahal jika kita mau mempelajarinya, investasi saham tidaklah semenyeramkan itu meskipun memang benar bahwa investasi saham itu berisiko dan risiko itu tidak bisa dihilangkan namun bisa diminimalisir karena ingat, setiap instrumen apapun pasti tidak akan pernah lepas dari yang namanya risiko. Risiko itu tidak bisa dihilangkan namun bisa dikelola.
Sekarang pertanyaannya, apakah ada cara/metode dalam analisa saham untuk bisa memaksimalkan potensi keuntungan dan meminimalkan risiko? Dan kabar baiknya ternyata ada!. Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa dalam berinvestasi saham itu sangat banyak terdapat sekali metode analisa yang digunakan oleh para investor dan trader. Sebut saja 2 metode paling populer yang biasa digunakan dalam menganalisa sebuah saham yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal (penjelasan lengkap nya di sini) bahkan sekarang-sekarang ini ada juga metode yang mempelajari tentang bandarmology, follow the trend/foreign flow dan banyak metode lainnya yang tujuannya sama cuma satu : menghasilkan cuan yang sebesar-sebesarnya dengan kerugian yang sekecil-kecilnya, meskipun dalam kenyataannya tidak mudah dalam menerapkan metode-metode tersebut.
Nah, karena sejak awal penulis membuat blog ini ingin fokus di analisa fundamental, maka metode yang akan penulis bahas hanya metode seputar analisa fundamental saja, jadi mungkin blog ini akan kurang cocok bagi para trader/scalper yang lebih menggunakan pendekatan analisa teknikal/bandarmology. Penulis memiliki mindset bahwa investasi saham itu adalah membeli sebagian kepemilikan bisnis perusahaan, jadi tidak hanya sekedar lembaran kertas yang diperdagangkan saja melainkan menanamkan dalam mindest kita bahwa kita adalah salah satu pemilik perusahaan yang mengikuti perkembangan kinerja perusahaan dan memiliki horizon investasi jangka panjang.
Oke, jadi dalam analisa fundamental juga terdapat banyak sekali metode yang biasa digunakan dalam menganalisa sebuah saham seperti relative comparative, discounted cash flow, free cash flow, dividen discounted model, capital asset pricing model, EV/EBITDA, WACC dan banyak lagi metode yang lainnya. Kemudian ada juga dengan gaya/metode investasi lainnya yang cukup terkenal yaitu dengan menggunakan metode growth investing, dividen investing dan value investing.
Sejauh perjalanan penulis sendiri sampai saat ini, setelah menggunakan berbagai metode analisa fundamental dalam berinvestasi saham, penulis lebih memilih menggunakan metode value investing (cukup sering juga pake metode/analisa fundamental yang lain) dikarenakan metode tersebut menurut penulis lebih mudah dipahami dan tidak "njlimet" serta memiliki filosofi yang sangat bagus yaitu "belilah saham berdasarkan nilai nya bukan harga nya" dan "belilah saham dibawah nilai wajar nya" dan metode value investing penulis rasa sangat cocok dengan profil investasi penulis yang "konservatif".
Warren Buffet adalah salah satu contoh investor saham yang berhasil menerapkan metode value investing dengan sangat baik sehingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia hanya dari berinvestasi saham. Untuk itulah penulis sangat terinspirasi dengan sosok Warren Buffet yang akhirnya penulis juga memutuskan untuk mempelajari Value Investing dan lewat blog ini penulis ingin sharing knowledge dengan sobat investor dengan menulis apapun yang penulis ketahui/kuasai seputar metode value investing.
Lantas, apa itu value investing? Kita bahas di tulisan berikutnya ya!

Komentar
Posting Komentar