Dividen Yield : Imbal Hasil Yang "Real"
Di tulisan sebelumnya kita sudah membahas tentang earnings yield, boleh baca lagi pembahasannya di sini. Seperti yang kita ketahui bahwa dari laba bersih per saham (EPS) yang dihasilkan oleh perusahaan, tidak semua nya akan dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham melainkan sebagian atau seluruhnya akan di investasikan kembali oleh perusahaan sebagai modal kerja. Dalam hal EPS seluruhnya dijadikan modal kerja kembali oleh perusahaan, maka dalam hal ini investor yang memegang saham perusahaan tersebut tidak akan memperoleh dividen dari perusahaan, namun sisi positif nya apabila perusahaan bisa meningkatkan kinerja keuangan sehingga laba bersihnya meningkat maka EPS perusahaan pun akan bertumbuh dan meningkat sehingga dalam hal ini pun investornya tetap di untungkan dengan kenaikan kinerja perusahaan.
Jika earnings yield adalah imbal hasil yang belum "real" akan diterima oleh investor, maka dividen yield adalah imbal hasil "real" yang akan diperoleh oleh investor dalam bentuk dividen. Dividen adalah salah satu keuntungan yang akan diperoleh seorang investor dari kegiatan investasi sahamnya disamping capital gain (untuk pembahasan lengkap nya bisa baca artikel penulis yang ini).
Lalu apa yang dimaksud dengan dividen yield? Dividen yield merupakan indikator yang menunjukkan seberapa besar yield/imbal hasil yang diperoleh dari dividen per lembar dibandingkan dengan harga saham tersebut. Semakin besar tingkat dividen yield suatu saham, maka semakin menarik dan menguntungkan saham tersebut bagi investor. Sama seperti earnings yield, dividen yield dihitung dalam satuan persentase.
Selain dividen yield, dalam dividen dikenal juga istilah dividen payout ratio dan dividen per share. Dividen payout ratio adalah besaran nilai dividen yang dialokasikan dari laba bersih perusahaan yang akan dibagikan kepada para pemegang saham, besarannya tergantung pada keputusan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), biasanya laba bersih perusahaan tidak seluruhnya dibagikan menjadi dividen melainkan hanya sebagian saja dan sebagian laba bersihnya di gunakan kembali sebagai modal kerja/ekuitas perusahaan. Sedangkan dividen per share adalah nilai dividen per lembar saham yang diperoleh dari dividen payout ratio dibagi dengan jumlah saham beredar perusahaan.
Berikut rumus menghitung dividen payout ratio, dividen per share dan dividen yield :
Ok, biar lebih paham kita langsung aja coba hitung dividen payout ratio, dividen per share dan dividen yield saham PT. Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) untuk tahun buku 2022 yang dividen nya diumumkan pada 18 April 2023.
Jumlah dividen yang dibagikan : Rp. 2.894.155.844.040
Laba bersih tahun 2022 : Rp. 5.041.781.000.000 /x 100%
Dividen Payout Ratio : 57,40%
Jumlah dividen yang dibagikan : Rp. 2.894.155.844.040
Jumlah lembar saham perusahaan : 25.131.606.843 /
Dividen Per share : Rp. 115,16
Dividen per share : 115,16
Harga saham 18 April 2023 : 1.330 / x100%
Dividen Yield : 8,65%
Dari data perhitungan di atas, kita bisa memperoleh informasi bahwa dividen payout ratio, dividen per share dan dividen yield dari BNGA masing-masing adalah 57,40%, 115,16 per lembar dan 8,65%. Untuk diketahui bahwa rata-rata dividen yield emiten di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 2%-4%. Dividen yield suatu saham bisa dikatakan menarik apabila nilai persentase nya berada diatas suku bunga deposito bank. Nah setelah kita hitung dan kita lihat bahwa dividen yield BNGA berada di atas rata-rata emiten lain dan dividen yieldnya berada di atas bunga deposito, maka bisa dikatakan bahwa BNGA adalah salah satu saham yang layak untuk kita investasikan karena memberikan dividen yield yang lumayan besar. Tentu selain BNGA masih terdapat banyak saham lain di bursa yang dividen yield nya lebih besar dari BNGA, biasanya berasal dari saham yang perusahaannya bergerak di sektor komoditas seperti perusahaan tambang batubara, minyak dan gas dan lain-lain. Untuk menemukannya, tentunya kita harus mengerjakan pekerjaan rumah kita sebagai seorang investor dengan cara menganalisis dan menghitung dividen yield dari masing-masing saham sehingga kita bisa menemukan saham-saham yang berpotensi memberikan dividen yield besar.



Komentar
Posting Komentar