Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Value Investing : Metode Paling Santai Namun Profitable

Gambar
  Melanjutkan tulisan sebelumnya, (baca lagi  di sini ) kali ini penulis akan mencoba membahas salah satu strategi/metode investasi yang cukup banyak digunakan oleh para investor saham yaitu metode value investing dan orang yang menggunakan metode ini biasa disebut dengan para value investor. Seperti yang pernah  kita bahas di tulisan minggu lalu, salah satu value investor yang sangat sukses dengan metode value investing adalah investor asal Amerika Serikat yaitu Warren Buffet dimana value investing menjadikannya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Di Indonesia pun sebenarnya cukup banyak para value investor,  salah satunya yang cukup terkenal di kalangan para investor saham Indonesia adalah Bapak Lo Kheng Hong yang dijuluki sebagai "Warren Buffet" nya Indonesia dimana beliau bisa menghasilkan kekayaan hanya dari investasi saham saja dan beliau juga sangat mengidolakan Warren Buffet sebagai tokoh inspirasi nya dalam berinvestasi saham. (Untuk cerita inspiratif...

Metode-Metode Investasi Dalam Analisa Fundamental Saham

Gambar
  Dear Sobat Investor, Minggu lalu kita sudah mempelajari bagaimana compounding interest bekerja dengan keajaiban faktor "kali" nya (boleh baca lagi tulisan nya  di sini ). Namun yang jadi pertanyaannya sekarang, bagaimana cara agar bisa memperoleh profit konsisten 15-20% pertahun tersebut? Sedangkan kita tahu bahwa jika kita menaruh uang kita di Bank misalnya di taruh di deposito bunga/imbal hasilnya hanya sekitar 3-5% saja pertahun atau jika kita investasikan di obligasi hanya sedikit di atas deposito yaitu sekitar 6-9% per tahun yang artinya target 15-20% tersebut akan sulit tercapai. Pilihan lainnya yang masih memungkinkan untuk memperoleh imbal hasil segitu ya kemungkinan bisa tercapai jika kita investasikan di saham. Cuma yang jadi masalahnya saham itu terkenal dengan prinsip nya yang high risk high gain alias risikonya cukup tinggi namun sebanding dengan potensi keuntungan nya yang juga besar dan tidak terbatas. Makanya tidak heran jika kita pernah mendengar ada orang...

Compounding Interest : Keajaiban Dunia Ke-8

Gambar
  Dahulu para orang tua selalu mengajarkan agar kita rajin menabung karena ada jargon "menabung pangkal kaya". Tidak keliru memang, namun sepertinya sudah kurang relevan jika diterapkan di zaman sekarang mengingat suku bunga tabungan yang hanya berkisar 1-2% saja per tahunnya, mungkin jika ditaruh di deposito masih lumayanlah dengan bunga deposito 3-6% per tahun sehingga uang kita masih bisa untuk bertambah kedepannya meskipun belum tentu bisa mengalahkan atau menyamai tingkat inflasi. Kemudian jika menabung di bank sudah tidak menguntungkan, alih-alih mengharapkan uang kita bertambah dari bunga bank namun kita kadang lupa bahwa kita dikenakan biaya administrasi perbulannya yang kadang biaya nya lebih besar dari bunga bank yang kita peroleh, alhasil bukannya bertambah yang ada malah tabungan kita akan semakin tergerus nilainya.  Lantas, bagaimana caranya agar uang kita bisa terus bertumbuh? Banyak jalan yang bisa ditempuh, salah satunya adalah dengan cara berinvestasi di inst...

Dividen Yield : Imbal Hasil Yang "Real"

Gambar
  Di tulisan sebelumnya kita sudah membahas tentang earnings yield , boleh baca lagi pembahasannya  di sini . Seperti yang kita ketahui bahwa dari laba bersih per saham (EPS) yang dihasilkan oleh perusahaan, tidak semua nya akan dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham melainkan sebagian atau seluruhnya akan di investasikan kembali oleh perusahaan sebagai modal kerja. Dalam hal EPS seluruhnya dijadikan modal kerja kembali oleh perusahaan, maka dalam hal ini investor yang memegang saham perusahaan tersebut tidak akan memperoleh dividen dari perusahaan, namun sisi positif nya apabila perusahaan bisa meningkatkan kinerja keuangan sehingga laba bersihnya meningkat maka EPS perusahaan pun akan bertumbuh dan meningkat sehingga dalam hal ini pun investornya tetap di untungkan dengan kenaikan kinerja perusahaan. Jika  earnings yield adalah imbal hasil yang belum " real " akan diterima oleh investor, maka dividen yield adalah imbal hasil "real" yang akan diperoleh ole...