Value Investing : Metode Paling Santai Namun Profitable

 


Melanjutkan tulisan sebelumnya, (baca lagi di sini) kali ini penulis akan mencoba membahas salah satu strategi/metode investasi yang cukup banyak digunakan oleh para investor saham yaitu metode value investing dan orang yang menggunakan metode ini biasa disebut dengan para value investor. Seperti yang pernah  kita bahas di tulisan minggu lalu, salah satu value investor yang sangat sukses dengan metode value investing adalah investor asal Amerika Serikat yaitu Warren Buffet dimana value investing menjadikannya sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Di Indonesia pun sebenarnya cukup banyak para value investor, salah satunya yang cukup terkenal di kalangan para investor saham Indonesia adalah Bapak Lo Kheng Hong yang dijuluki sebagai "Warren Buffet" nya Indonesia dimana beliau bisa menghasilkan kekayaan hanya dari investasi saham saja dan beliau juga sangat mengidolakan Warren Buffet sebagai tokoh inspirasi nya dalam berinvestasi saham. (Untuk cerita inspiratif Pak Lo Kheng Hong, penulis akan coba ceritakan di tulisan lainnya). Selain Pak Lo Kheng Hong, ada juga nama-nama lain yang penulis ketahui sebagai seorang value investor di Indonesia yaitu diantaranya adalah Pak Teguh Hidayat dan Pak Rivan Kurniawan. Jujurly, penulis banyak belajar value investing dari buku dan tulisan di blog ke duanya dimana tulisan-tulisannya menurut penulis sangat bagus dan mudah dipahami.

Oke, sekarang kita langsung aja ke pembahasan inti tulisan kali ini. Jadi apa itu value investing? 

Value Investing adalah salah satu metode yang dikenalkan pertama kali oleh Benjamin Graham yang ditulis melalui bukunya yang sangat terkenal yaitu "The Intelligent Investor". Untuk di ketahui Benjamin Graham adalah guru nya Warren Buffet dimana Benjamin Graham merupakan salah seorang  dosen di Columbia University dan Warren Buffet menjadi mahasiswa disana. Salah satu alasan Warren Buffet kuliah di Columbia University adalah karena ingin belajar langsung mengenai investasi saham dari Benjamin Graham. Benjamin Graham juga dikenal sebagai "Father of value investing" dimana konsep dari Benjamin Graham adalah membeli saham di bawah nilai "intrinsik" nya dengan memperhatikan "margin of safety" untuk kemudian di jual ketika mendekati atau menyentuh nilai intrinsiknya. 
 
Konsep value investing dari Benjamin Graham adalah berusaha mencari perusahaan yang dijual murah bila dibandingkan dengan nilai laba bersih dan nilai buku bersih perusahaan nya atau dengan kata lain adalah hanya membeli/berinvestasi di  saham yang memiliki  PER dan PBV yang rendah. Graham percaya bahwa saham yang dijual dengan PER dan PBV rendah suatu saat akan kembali naik ke harga wajarnya tinggal masalah waktu saja. Jadi di sini Graham sangat menekankan aspek kuantitatif.

Value investing menjadi lebih populer lagi berkat Warren Buffet, dimana Warren Buffet tidak hanya menekankan value investing pada aspek kuantitatif, namun juga aspek kualitatif alias memperhatikan kualitas manajemen perusahaan. Menurut Buffet jauh lebih baik membeli saham perusahaan yang bagus dengan harga yang wajar daripada membeli saham perusahaan yang wajar dengan harga yang bagus/tinggi. 

Nah, Jadi yang dimaksud dengan value investing adalah berusaha membeli saham dengan harga yang lebih rendah daripada nilai yang sebenarnya. Dengan kita membeli saham di bawah nilai intrinsik/nilai wajar nya maka kita akan mendapatkan margin of safety atau istilah mudahnya adalah diskon dari saham yang kita beli tersebut sehingga setidaknya kita telah meminimalisir risiko dengan tidak terjebak membeli saham pada harga yang tinggi. 

Dalam value investing setidaknya terdapat dua kunci utama yang perlu diperhatikan dan di pahami oleh para value investor, yaitu "price" and "value" atau "harga" dan "nilai". Lalu emangnya apa sih perbedaan ke duanya?? 

Nanti penulis lanjutin ya di tulisan berikutnya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PER & PBV : 2 Metode Sederhana Dalam Valuasi Saham (Part 2)

Earnings Yield : Cara Sederhana Mengetahui Imbal Hasil Dari Suatu Saham

Rasio-Rasio Dasar Dalam Analisa Laporan Keuangan (Part 1)