Earnings Yield : Cara Sederhana Mengetahui Imbal Hasil Dari Suatu Saham
Dalam berinvestasi saham, tentu setiap investor ingin memperoleh keuntungan yang maksimal dari setiap saham yang dibeli nya. Tentunya sebelum memutuskan untuk membeli suatu saham seorang investor harus melakukan analisa secara mendalam terlebih dahulu. Jika di tulisan-tulisan sebelumnya kita telah mempelajari beberapa rasio dasar analisa fundamental seperti PER, PBV, Rasio Likuiditas, Rasio Profitabilitas dan Rasio Rentabilitas, di tulisan kali ini penulis akan membahas salah satu rasio/indikator yang tidak kalah penting untuk diperhatikan oleh seorang investor, yaitu indikator earnings yield. Lalu apa yang dimaksud dengan earnings yield?
Secara sederhana pengertian earnings yield adalah indikator yang menunjukkan seberapa besar imbal hasil/return yang diperoleh dari laba bersih per saham (EPS) perusahaan dibandingkan dengan harga saham saat ini yang biasanya ditunjukkan dalam persentase. Semakin besar/tinggi persentase yang diperoleh, maka bisa dikatakan bahwa saham tersebut sedang dalam kondisi undervalued/murah dan menarik untuk dijadikan investasi oleh seorang investor . Sebaliknya, jika persentase earnings yield suatu saham kecil/rendah, maka bisa dikatakan bahwa saat ini sahamnya kurang menarik karena menawarkan harga yang terlalu mahal/overvalued.
Kemudian, bagaimana cara menghitungnya?
Sebelum kita menghitung, kita perlu mengetahui rumusnya terlebih dahulu. Adapun rumus dari earnings yield adalah sebagai berikut :
Dari perhitungan di atas, diketahui earnings yield BBRI pada harga 6.125 adalah sebesar 6,48%. Earnings yield ini bisa dikatakan sama halnya seperti bunga bank. Sudah tentu apabila kita menabung atau menaruh uang kita di deposito pastinya kita mengharapkan memperoleh bunga yang besar dari bank bukan? Seperti yang kita ketahui bahwa suku bunga tabungan di bank umum berkisar antara 1-2 % sedangkan suku bunga deposito antara 3-6%. Sebelumnya kita pasti akan riset dengan membandingkan antara satu bank dengan bank yang lainnya dan bank yang mampu memberi bunga terbesar kemungkinan akan jadi pilihan kita. Di saham pun sama, kita sebaiknya mencari saham yang mampu memberikan earnings yield diatas suku bunga deposito, karena kalo kita investasi di saham yang earnings yield nya di bawah suku bunga deposito ya ngapain juga, mendingan taruh uang nya di deposito jauh lebih aman ketimbang di investasikan di saham yang memiliki risiko.
Untuk BBRI sendiri kita bisa lihat bahwa earnings yield nya sedikit di atas bunga deposito. Karena kita berinvestasi di instrumen yang berisiko yaitu saham, maka sebaiknya kita mencari saham lain yang earnings yield nya lebih besar dari BBRI. Untuk itu kita akan coba bandingkan earnings yield ke-4 bank terbesar di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI. Berikut data nya :




Komentar
Posting Komentar