Rasio-Rasio Dasar Dalam Analisa Laporan Keuangan (Part 1)
Setelah di tulisan-tulisan sebelumnya kita sudah mempelajari bagian-bagian yang terdapat dalam laporan keuangan, untuk selanjutnya agar kita bisa membaca dan memahami laporan keuangan dengan baik maka kita juga perlu untuk mempelajari rasio-rasio dasar dalam menganalisis laporan keuangan. Mengapa kita perlu mempelajari dan mengetahui rasio-rasio tersebut?
Tujuan dari menganalisis rasio-rasio tersebut adalah untuk memperoleh informasi dan gambaran seberapa efektif dan menguntungkannya sebuah perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
Perusahaan yang bagus biasanya ditunjukkan dengan rasio-rasio keuangan yang baik dan sudah tentu perusahaan yang memiliki rasio-rasio keuangan yang baik sahamnya akan menjadi incaran para investor karena mereka percaya bahwa perusahaannya bisa memberikan keuntungan bagi investor dan dalam jangka panjang menjadi investasi yang menarik.
Lalu apa saja rasio-rasio dasar dalam suatu laporan keuangan? Sebagai seorang investor, setidaknya kita harus mengenal 3 rasio keuangan berikut yaitu :
1. Liquidity Ratio/Rasio Likuiditas
2. Profitability Ratio/Rasio Profitabilitas
3. Solvability Ratio/Rasio Solvabilitas
1. Liquidity Ratio/Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan melihat aset lancar dibandingkan dengan hutang lancarnya. Jadi data untuk menghitung rasio likuiditas ini bisa kita temukan pada laporan keuangan di bagian neraca. Contoh rasio likuiditas diantaranya :
A. Current Ratio
Adalah rasio yang mengukur kesehatan perusahaan dengan cara menghitung/membagi aset lancar dibandingkan dengan hutang lancar, biasanya di ukur dalam satuan kali. Perusahaan yang sehat biasanya memiliki Current Ratio >1x
Adapun rumus dari current ratio adalah sebagai berikut :
B. Cash Ratio
Jika current ratio memasukan seluruh aset lancar dalam perhitungannya, maka cash ratio hanya memperhitungkan kas dan setara kas saja (tidak memperhitungkan piutang, persediaan dan lain-lain) dan membandingkannya dengan hutang lancar dan biasanya di ukur dalam satuan persen. Semakin besar rasio persentase maka semakin baik.
Adapun rumus dari cash ratio adalah sebagai berikut :
C. Quick Ratio
Jika cash ratio hanya memperhitungkan kas dan setara kas dalam perhitungannya dari aset lancar, maka quick ratio turut memasukan piutang namun tidak meperhitungkan persediaan dan membandingkannya dengan hutang lancar dan biasanya di ukur dalam satuan persen. Semakin besar rasio persentase maka semakin baik.
Adapun rumus dari quick ratio adalah sebagai berikut :
D. Working Capital
Adalah selisih antara aset lancar dikurangi dengan hutang lancar atau biasa disebut juga dengan modal kerja bersih. Idealnya nilainya harus positif yang artinya aset lancar perusahaan haruslah lebih besar bila dibandingkan dengan hutang lancarnya.
Adapun rumus dari working capital adalah sebagi berikut:
Itulah diantaranya ke 4 rasio yang terdapat dalam rasio likuiditas, sejauh ini bagaimana apakah sudah bisa cukup dipahami? kalau masih belum mudeng boleh dibaca lagi dari atas hehe. Nah supaya lebih paham kita langsung saja coba praktekin cara menghitungnya. Kali ini kita akan mencoba menghitung rasio likuiditas dari laporan keuangan PT Astra International Tbk. (ASII) untuk periode tahun penuh 2022. Berikut laporan keuangannya di bagian neraca :
Pada data laporan keuangan di atas, kita bisa menghitung rasio likuiditas dari ASII pada 2022 yaitu sebagai berikut :
Total jumlah aset lancar : 179.818
Total jumlah hutang lancar : 119.198
Current Ratio : 1,50x
Dari perhitungan di atas, setelah kita hitung ternyata current ratio ASII adalah sebesar 1,50x (>1) yang kesimpulannya ASII memiliki current ratio yang baik.
Selanjutnya kita hitung cash ratio ASII :
Kas dan setara kas + investasi lain-lain : 61.581
Total jumlah hutang lancar : 119.198
Cash Ratio : 51,66%Dari perhitungan di atas, setelah kita hitung ternyata cash ratio ASII adalah sebesar 51,66% yang kesimpulannya >50% total aset lancar ASII merupakan kas dan setara kas dan itu merupakan salah satu indikasi yang baik.
Berikutnya kita hitung quick ratio ASII :
Kas dan setara kas + investasi lain-lain : 61.581
Total Piutang : 71.839
133.420
Total jumlah hutang lancar : 119.198
Quick Ratio : 111,9%Dari perhitungan di atas, setelah kita hitung ternyata quick ratio ASII adalah sebesar 111,9% yang kesimpulannya kemampuan quick ratio ASII sangat bagus dan likuid (>100%) dan itu juga merupakan salah satu indikasi yang baik sehingga ASII tidak mengalami kesulitan likuiditas untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya karena bisa dilunasi hanya dengan menggunakan kas dan piutang saja.
Terakhir, kita hitung working capital nya :
Total jumlah aset lancar : 179.818
Total jumlah hutang lancar : 119.198
Working Capital : 60.620
Dari perhitungan di atas, setelah kita hitung ternyata ASII memiliki working capital atau modal kerja bersih yang nilainya positif yaitu sebesar 60 triliun rupiah karena total aset lancar ASII lebih besar dibandingkan dengan hutang lancarnya yang kesimpulannya ASII memiliki working capital yang baik sehingga perusahaan tidak akan khawatir kekurangan modal kerja.
Setelah kita menghitung keempat rasio likuiditas tersebut, maka kita bisa memperoleh kesimpulan bahwa ASII memiliki rasio likuiditas yang sangat baik dan kita bisa melanjutkan untuk menghitung rasio yang berikutnya yaitu profitability ratio/rasio profitabilitas yang akan kita bahas pada kesempatan berikutnya.
Happy weekend Sobat Investor, Happy Investing







Komentar
Posting Komentar