Mengenal Bagian-Bagian Dari Laporan Keuangan Perusahaan (Part 3)

 


Pada part yang ke 3 ini atau part yang terakhir dari bagian laporan keuangan, kita akan coba berkenalan dengan Laporan Perubahan Ekuitas/Modal, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Ketiga bagian laporan keuangan ini juga sama pentingnya dengan Neraca dan Laba(Rugi) dan merupakan satu kesatuan dari laporan keuangan. Oke kita coba bahas dari Laporan Perubahan Ekuitas dulu ya.

1. Laporan Perubahan Ekuitas/Modal 

Laporan perubahan ekuitas/modal adalah bagian yang melaporkan atau memberikan informasi tentang peningkatan/penurunan modal suatu perusahaan dalam suatu periode, dimana modal ini adalah kekayaan yang dimiliki oleh para pemegang saham. Peningkatan ekuitas/modal diperoleh dari akumulasi keuntungan/laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan dan perusahaan yang dapat beroperasi dengan benar tentunya bisa menghasilkan laba bersih yang meningkat dari waktu ke waktu sehingga modal perusahaan pun terus meningkat.

Sebagai seorang investor sudah tentu kita menginginkan perusahaan yang profitable, selalu menghasilkan laba bersih dan bukannya malah menghasilkan kerugian. Akumulasi laba bersih inilah yang akan meningkatkan kekayaan para pemegang sahamnya sebagai pemilik perusahaan. Peningkatan ekuitas bisa juga disebabkan oleh tambahan modal disetor para pemegang saham, konversi surat utang dan transaksi lainnya, namun yang lebih disukai investor tentunya ekuitas yang berasal dari peningkatan laba bersih.

Ekuitas perusahaan juga bisa mengalami penurunan yang disebabkan ketika perusahaan mengalami kerugian, dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham dan ketika perusahaan memutuskan untuk membeli kembali (buyback), sebagian sahamnya di pasar. Berikut contoh laporan perubahan ekuitas ASII kuartal 1 2023 :

Laporan Perubahan Ekuitas ASII Kuartal 1 2023
Sumber : www.idx.co.id

Dari laporan perubahan ekuitas ASII di atas, kita bisa melihat bahwa pada periode sebelumnya yaitu 31 Maret 2022 saldo ekuitas ASII adalah sebesar Rp. 225 triliun dan pada peride selanjutnya yaitu 31 Maret 2023 saldo ekuitas ASII mengalami peningkatan menjadi Rp. 251 triliun dan peningkatan ekuitas tersebut disebabkan oleh akumulasi laba bersih perusahaan. 

Sedikit catatan, kita sebagai seorang investor retail tidak usah terlalu memusingkan atau terlalu memfokuskan terhadap laporan perubahan ekuitas ini karena kita sebagai investor retail sudah cukup dengan melihat posisi ekuitas dalam neraca. Laporan perubahan ekuitas ini baru akan sangat penting untuk diperhatikan apabila kita akan mengakuisisi 100% kepemilikan perusahaan atau dengan kata lain akan menjadi pemegang saham pengendali baru. 

2. Laporan Arus Kas

Setelah kita mengenal laporan perubahan ekuitas, bagian selanjutnya dari laporan keuangan yang penting untuk dibaca dan diperhatikan adalah laporan arus kas. Laporan arus kas adalah laporan yang memberikan kita informasi transaksi atas aliran dana tunai atau uang kas yang terjadi dalam suatu periode tertentu. Aliran kas tersebut berupa aliran arus kas masuk dan arus kas keluar. Dengan melihat laporan arus kas maka kita bisa melihat berapa uang 'real'  yang dihasilkan oleh perusahaan dari hasil kegiatan operasionalnya dan kita juga bisa melihat apa yang menyebabkan peningkatan dan penurunan saldo kas, serta berapa jumlah kas pada akhir periode. Arus kas bisa diibaratkan sebagai aliran darah perusahaan yang apabila arus kas nya macet/bermasalah maka kondisi perusahaan pun bisa dikatakan tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja. Jika kemarin neraca menjelaskan seberapa tebal isi dompet perusahaan, kemudian laba rugi menjelaskan seberapa banyak perusahaan bisa mengisi dompetnya, maka arus kas ini menjelaskan seberapa banyak uang 'tunai' yang masuk dan keluar di dompet perusahaan.  
Biasanya dalam laporan arus kas dibagi menjadi 3 bagian yaitu laporan arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan.

A. Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

Arus kas dari aktivitas operasi adalah arus kas yang menjelaskan/menggambarkan seluruh aliran dana tunai/cash yang berasal dari kegiatan utama operasional perusahaan. Aliran dan tersebut berasal dari transaksi-transaksi yang berhubungan langsung dengan aktivitas bisnis perusahaan seperti penerimaan yang diterima dari pelanggan, pembayaran kepada pemasok dan karyawan, pembayaran beban bunga kredit bank/obligasi, pembayaran beban pajak dan lain-lain. Arus kas yang menunjukkan nilai positif berarti arus kas/uang tunai yang masuk lebih besar dibandingkan dengan arus kas keluar dan tentunya merupakan suatu pertanda baik yang artinya perusahaan benar-benar menghasilkan uang dari kegiatan bisnisnya sehingga kelebihan dari uang kas tersebut bisa dibagikan sebagian sebagai dividen kepada para pemegang saham. Karena adakalanya laba bersih perusahaan menghasilkan nilai positif namun arus kas nya bernilai negatif yang artinya laba yang dihasilkan perusahaan tersebut tidak benar-benar berupa uang tunai namun hanya diatas kertas saja berdasarkan pembukuan akuntansi, untuk itu kita sebagai investor harus selalu berhati-hati dengan mengecek dan mencocokan laba bersih dan arus kas operasi kalau bisa dua-duanya harus menunjukan nilai positif.

B. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi

Arus kas dari aktivitas investasi adalah seluruh kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan aset-aset jangka panjang perusahaan seperti penambahan aset tetap, properti investasi dan investasi jangka panjang lainnya yang dilakukan oleh perusahaan dengan harapan investasi yang dilakukan oleh perusahaan bisa meningkatkan nilai perusahaan di masa yang akan datang. Arus kas investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan contohnya seperti pembelian gedung, tanah, pabrik, mesin atau peralatan produksi, bisa juga berupa penanaman modal saham ke perusahaan lain atau membeli obligasi dan investasi lainnya. Sedangkan arus kas investasi masuk yang bisa didapatkan perusahaan bisa berasal dari penjualan aset tetap, penjualan saham atau obligasi dan penjualan lainnya. Jadi bisa dikatakan bahwa arus kas dari investasi yang baik sebaiknya menunjukan nilai negatif yang artinya perusahaan sedang dalam tahap berekspansi.

C. Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas dari aktivitas pendanaan adalah seluruh transaksi yang berhubungan dengan permodalan atau penghimpunan sumber dana yang diperoleh oleh perusahaan untuk menunjang kegiatan operasional/investasinya seperti perolehan utang jangka pendek/utang jangka panjang (utang Bank, Obligasi dan medium terms notes), penambahan modal pemegang saham, pembayaran dividen, pelunasan utang bank atau obligasi dan transaksi lainnya. Arus kas pendanaan dapat dikatakan baik meskipun bernilai positif atau negatif, tidak ada pola atau indikasi tertentu untuk arus kas pendanaan yang baik.
Arus kas pendanaan yang positif menunjukkan perusahaan mendapatkan dana segar, baik itu suntikan tambahan modal baru dari pemegang saham atau mendapatkan utang baru dari bank dan penerbitan obligasi. Hal itu bisa saja memperlihatkan bahwa pemegang saham atau bank percaya kepada perusahaan sehingga mereka mau menanamkan atau meminjamkan uangnya di perusahaan tersebut. 

Berikut contoh Laporan Arus Kas ASII periode kuartal 1 2023 : 


Dari laporan arus kas ASII pada kuartal 1 2023 bisa kita lihat bahwa arus kas operasi ASII menghasilkan nilai yang positif yaitu 16,5 triliun rupiah, kemudian arus kas dari aktivitas investasi nya menghasilkan nilai negatif 6,6 triliun rupiah dan arus kas pendanaannya bernilai positif 1,7 triliun yang secara keseluruhan menunjukkan laporan arus kas yang baik sehingga bisa dikatakan perusahaannya saat ini sedang dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

3. Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)

Bagian terakhir dari struktur laporan keuangan adalah catatan atas laporan keuangan dimana dalam CALK tersebut kita akan memperoleh informasi yang lebih mendalam dan lebih detail mengenai angka-angka dan penjelasan secara lebih rinci dari akun-akun yang terdapat di neraca dan laba rugi, sehingga kita akan lebih mengetahui darimana angka tersebut berasal sehingga kita bisa menganalisa dan membaca laporan keuangan secara utuh dan menyeluruh.
Berikut kembali penulis lampirkan neraca dan laporan laba/rugi ASII kuartal 1 2023 :



Dan berikut bagian Catatan Atas Laporan Keuangan ASII Kuartal 1 2023 : 




Dari gambar di atas bisa kita lihat pada bagian ekuitas pada neraca bahwa ekuitas ASII mempunyai nomor akun 24, untuk lebih detailnya kita bisa melihat laporan CALK ASII nomor 24 dan kita akan memperoleh informasi susunan pemegang saham ASII berikut modal yang disetorkan. Kita bisa mengetahui bahwa dari total saham beredar ASII sebanyak 40.483.553.140 pemegang saham mayoritas atau pemegang saham pengendali ASII adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd yang menguasai saham ASII sebanyak 20.288.255.040 atau sebesar 50,11% dari total jumlah saham ASII yang beredar, adapula jajaran komisaris dan direksi ASII yang turut memiliki saham ASII namun tidak sampai 1%, sedangkan publik/masyarakat menguasai saham ASII sebanyak 20.183.602.500 sebanyak 49,86%. 

Kemudian pada laporan laba/rugi di kuartal 1 2023 ASII memperoleh penjualan 82,9 triliun. Jika kita ingin mengetahui lebih detail darimana saja pendapatan penjualan tersebut, maka kita bisa membuka CALK ASII nomor 28. Dari CALK nomor 28 kita bisa memperoleh informasi bahwa penjualan ASII bersumber dari 3 pendapatan yaitu dari penjualan barang, jasa dan sewa serta jasa keuangan dimana penjualan barang mendominasi dari pendapatan ASII disusul kemudian oleh jasa dan sewa serta jasa keuangan.     

Jika kita masih penasaran barang serta jasa apa yang menjadi sumber pendapatan ASII, maka kita bisa lanjut scroll ke bawah ke catatan nomor 31 yaitu segmen usaha/operasi yang dijalankan oleh perusahaan. Dengan melihat segmen operasi kita bisa mengetahui bahwa ASII memilki 7 segmen usaha mulai dari otomotif, jasa keuangan, alat berat pertambangan, konstruksi dan energi, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi  informasi dan properti. Dari ke 7 segmen usaha tersebut kontribusi terbesar penjualan ASII diperoleh dari segmen otomotif dan alat berat pertambangan, konstruksi dan energi masing-masing 34,1 dan 34,8 triliun rupiah. Dengan membaca CALK secara lebih detail maka kita sebagai investor akan memperoleh banyak informasi sehingga menghindari kita dari membeli kucing dalam karung.

Daaan itulah Bagian-bagian dari laporan keuangan perusahaan. Sejauh ini kita sudah mempelajari mulai dari neraca, laba/rugi, perubahan ekuitas, arus kas dan catatan atas laporan keuangan dimana jika kita bisa membaca laporan keuangan dengan baik maka akan memudahkan kita ketika akan menganalisa laporan keuangan suatu perusahaan dan bisa mengambil kesimpulan apakah perusahaan tersebut memiliki kinerja keuangan yang baik dan laporan keuangan yang sehat sehingga kita bisa memutuskan apakah sahamnya layak untuk investasi atau tidak.

Berikutnya untuk bisa membaca laporan keuangan dengan baik maka kita perlu mempelajari rasio-rasio keuangan yang sangat berguna sebelum kita memutuskan berinvestasi pada suatu saham perusahaan. Lalu apa saja rasio-rasio tersebut? Tenang kita akan mempelajarinya di tulisan berikutnya.    










 



 
   

  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PER & PBV : 2 Metode Sederhana Dalam Valuasi Saham (Part 2)

Rasio-Rasio Dasar Dalam Analisa Laporan Keuangan (Part 1)

Earnings Yield : Cara Sederhana Mengetahui Imbal Hasil Dari Suatu Saham