Pengalaman Membeli Saham Pertama Kalinya

 


Pada tulisan sebelumnya telah di ulas mengapa harga saham bisa naik dan turun serta apa saja yang menyebabkan hal tersebut sehingga akan turut pula mempengaruhi psikologis investor di pasar modal, (buat yang belum baca bisa baca di sini).

Nah, pada tulisan kali ini penulis ingin sedikit berbagi cerita bagaimana perjalanan penulis mengenal pasar modal dan menjadi seorang investor saham di Bursa Efek Indonesia. Kemudian bagaimana pengalaman membeli saham pertama dan merasakan kerugian untuk yang pertama kalinya.

Sebenarnya penulis mulai mengenal dan memiliki ketertarikan terhadap saham sejak masih duduk di bangku SMK kelas 12, jadi ceritanya dulu di rumah penulis di salah satu kampung di Kuningan Jawa Barat, terdapat cukup banyak koran bekas yang biasanya Nenek penulis gunakan sebagai alat pembungkus. Koran bekas tersebut biasanya Nenek penulis bawa usai beliau berkunjung ke rumah anaknya yang berada di Jakarta untuk kemudian dibawa ke kampung. (Maklum, waktu itu di kampung halaman penulis koran adalah salah satu barang yang cukup langka dan cukup sulit ditemui, namun sering dibutuhkan sebagai pembungkus itu tadi). Jadilah koran bekas itu adalah “oleh-oleh” wajib yang harus nenek penulis bawa ke kampung hehe.

Nah suatu hari penulis iseng-iseng membaca salah satu koran bekas tersebut, kebetulan itu adalah koran yang berisi tentang berita ekonomi dan pasar modal, (sebelumnya penulis hanya membaca koran yang membahas sepak bola, karena lebih menarik). Setelah dibaca ternyata isi berita tersebut sangat menarik perhatian penulis dimana di koran tersebut banyak dibahas perusahaan A, B, C dll serta bagaimana pergerakan saham perusahaan tersebut dan aksi investor apakah harus beli/jual. Dalam pikiran penulis waktu itu “wah betapa enaknya kalo jadi investor saham, bisa jadi salah satu pemilik perusahaan”. Akhirnya lewat kebiasaan membaca koran bekas tentang ekonomi dan pasar modal lama-kelamaan penulis menjadi tertarik dan begitu antusias ingin mengetahui investasi saham lebih dalam.

Setelah lulus sekolah dan mulai bekerja sambil kuliah, penulis mulai menyisihkan sebagian uang untuk membeli dan mempelajari buku-buku tentang investasi saham, karena penulis mempunyai pemikiran “sebelum menginvestasikan uang, investasi ilmunya terlebih dahulu” supaya nanti ketika sudah terjun tidak bingung.

Setelah merasa cukup paham, pada pertengahan tahun 2016 penulis mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan thanks to BEI yang sudah “mengkampanyekan” program “Yuk Nabung Saham” sehingga investor kecil seperti penulis bisa ikut merasakan pertumbuhan pasar modal Indonesia, karena dengan modal Rp. 100 ribu saja sudah bisa menjadi seorang Investor, dan itu menepis anggapan banyak orang bahwa investasi saham itu butuh modal besar dan hanya untuk golongan orang kaya saja.

Kemudian penulis dibuatkan opening account oleh salah satu sekuritas untuk bisa menggunakan aplikasi online trading dimana nanti penulis bertransaksi saham lewat software tersebut. Akhirnya dengan modal seratus ribu rupiah penulis mulai coba-coba untuk melakukan transaksi membeli saham pertama dan saham pertama yang penulis beli adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti dan real estate yaitu saham PT Sentul City Tbk (kode saham : BKSL), waktu itu atas rekomendasi sekuritas dimana penulis membuka rekening saham. Kurang dari seminggu ternyata saham BKSL naik 5% dan penulis langsung menjual saham tersebut dan untuk pertama kalinya penulis mendapatkan profit sebesar 5 ribu rupiah. Dan waktu itu perasaan penulis sangat senang luar biasa walaupun hanya mendapatkan keuntungan yang secara nominal sangat kecil.

Dari situ penulis kemudian berfikir, wah ternyata mudah memperoleh keuntungan di saham, gak perlu repot-repot melakukan analisa. Coba waktu itu setor dana nya tidak sekedar 100 ribu pasti profitnya lebih besar lagi. Kemudian penulis kembali menyetor dana sebesar 900 ribu rupiah sehingga modal penulis menjadi sebesar 1 juta. Akhirnya dengan percaya diri, penulis waktu itu membelikan seluruh dana yang dimiliki untuk membeli saham PT Maybank Indonesia Tbk. (BNII) dimana waktu itu saham tersebut sedang naik kencang, dan setelah mendapat profit 10% (100 ribu) akhirnya penulis menjual saham tersebut dan kembali penulis merasa happy. Namun kemudian apa yang terjadi? ternyata setelah penulis menjual saham tersebut saham BNII masih lanjut naik dan karena merasa penasaran akhirnya penulis kembali membeli saham tersebut di harga yang sudah cukup tinggi dengan harapan bisa menjualnya di harga yang lebih tinggi lagi. Namun ternyata kenyataan tak seindah harapan, alih-alih mengharapkan keuntungan, penulis malah menderita kerugian karena 3 hari kemudian saham tersebut malah turun 20%, dan untuk pertama kalinya penulis merasakan kerugian sebesar 200 ribu rupiah, yang dimana waktu itu bisa cukup untuk makan 20 kali di warteg 😁 dan merupakan nominal yang sangat besar buat penulis waktu itu. Akhirnya profit yang sudah di peroleh sebelumnya, tersapu bersih malah modal penulis menjadi berkurang. Waktu itu penulis merasakan apa yang namanya tidak bisa tidur, gelisah, stress, tidak nafsu makan dan dunia serasa kiamat hehe.    

Dan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga buat penulis untuk lebih berhati-hati lagi dalam memilih saham dan pentingnya mempelajari fundamental perusahaan serta melakukan analisa lebih mendalam. Berinvestasi saham menurut penulis sangat bermanfaat, semakin cepat kita memulai semakin besar pula kemungkinan kita bisa menumbuhkan modal yang kita miliki. Memang, investasi saham itu bisa membuat kita rugi, namun akan lebih rugi lagi kalo kita tidak pernah berinvestasi sama sekali. Ada sebuah pepatah kuno mengatakan "Waktu terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu, dan waktu terbaik kedua adalah Sekarang". Untuk generasi muda segera berinvestasi saham dari sekarang untuk masa depan yang lebih sejahtera, dan siapa tahu kelak akan menjadi seorang investor besar suatu hari nanti.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PER & PBV : 2 Metode Sederhana Dalam Valuasi Saham (Part 2)

Rasio-Rasio Dasar Dalam Analisa Laporan Keuangan (Part 1)

Earnings Yield : Cara Sederhana Mengetahui Imbal Hasil Dari Suatu Saham