Pentingnya Memahami Analisa Fundamental & Teknikal Sebelum Berinvestasi Saham

 


Halo Sobat Investor,

Sebelum kita memutuskan untuk berinvestasi dalam hal apapun, maka mutlak diperlukan analisa terlebih dahulu untuk mempelajari instrumen yang akan kita investasikan tersebut agar kita bisa mengetahui seluk beluk, potensi dan bisa meminimalisir risiko kerugian. Begitu juga dalam berinvestasi saham, sebelum kita memutuskan untuk membeli atau menjual suatu saham, maka diperlukan analisis yang mendalam agar setiap keputusan yang kita ambil tepat sehingga harapannya bisa memaksimalkan potensi keuntungan sekaligus meminimalisir risiko kerugian.

Mengapa Analisis Itu Penting Dalam Berinvestasi Saham?

Tujuan utama seorang investor ketika memutuskan untuk berinvestasi di saham tentunya untuk menumbuhkan modal yang dimiliki sehingga nilai portofolionya menjadi besar suatu hari nanti, namun disamping itu, seorang investor juga harus bisa menjaga dan mengamankan modal yang dia miliki agar jangan sampai modal tersebut berkurang atau malah habis tak tersisa karena mengalami kerugian. Lalu bagaimana agar hal tersebut tidak terjadi? Tentunya seorang investor harus memiliki kemampuan analisa dalam hal ini menganalisis saham yang akan di investasikan dimana setiap keputusan investasi itu harus didasarkan atas dasar analisis yang kuat sehingga investor bisa lebih tenang dalam menjalankan aktivitas investasinya, karena ingat satu hal : investasi tanpa analisis adalah spekulasi!

Dalam dunia investasi saham, umumnya terdapat dua alat analisis yang biasanya digunakan oleh seorang investor, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal dimana kedua analisis tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing namun saling melengkapi satu sama lain. Lalu apa yang dimaksud dengan analisis fundamental dan teknikal itu sendiri? oke kita coba bahas kedua nya.

Apa Itu Analisa Fundamental?

Analisa Fundamental adalah analisis yang digunakan dalam berinvestasi saham untuk mengukur kinerja suatu saham/perusahaan dengan pendekatan dan mempelajari laporan keuangan perusahaan, prospek perusahaan, kualitas manajemen, dan track record  perusahaan sehingga diperoleh informasi bagaimana kinerja perusahaan dalam jangka panjang di masa lalu dan apakah bertumbuh atau tidak sehingga seorang investor bisa memproyeksikan kinerja perusahaan kedepannya dalam jangka panjang. 

Selain itu, analisa fundamental juga memperhatikan kondisi industri sektoral, kondisi ekonomi makro dalam negeri, dan kondisi ekonomi global sehingga bisa membantu seorang investor dalam memperoleh informasi dan gambaran situasi ekonomi terkini.

Ada 2 cara yang biasanya dilakukan seorang investor ketika melakukan analisis fundamental, yaitu dengan pendekatan top-down analisis dan bottom-up analisis. oke kita mulai dari top-down analisis terlebih dahulu. 

Top-Down Analisis

Analisis top-down adalah analisis yang dilakukan dengan memperhatikan kondisi ekonomi global (dunia) terlebih dahulu seperti proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi dunia, situasi geo-politik, suku bunga dan inflasi Amerika dalam hal ini suku bunga The Fed, kemudian lanjut memperhatikan kondisi ekonomi makro dalam negeri seperti pertumbuhan Ekonomi dan PDB, tingkat suku bunga (dalam hal ini BI Rate), tingkat inflasi, neraca dagang, situasi politik dan lain-lain. Kemudian jika prospek pertumbuhan ekonomi dalam negeri bagus dilanjutkan dengan analisa per sektor usaha dengan mencari dan mempelajari sektor usaha yang kemungkinan akan di untungkan dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Setelah menemukan sektor usaha yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik, selanjutnya adalah memilih saham di sektor tersebut yang memiliki kinerja bagus serta memiliki valuasi yang masih murah sehingga saham tersebut masih berpotensi untuk naik di kemudian hari.

Bottom-up Analisis

Jika top-down analisis pendekatannya di mulai dari atas ke bawah, maka bottom-up analisis adalah kebalikannya, dimana analisis nya dimulai dari mencari perusahaan yang bagus dan masih memilki valuasi yang murah serta memiliki prospek pertumbuhan kinerja yang baik terlebih dahulu, kemudian mempelajari sektor usahanya baru memperhatikan kondisi ekonomi dalam negeri dan global. Pendekatan ini memilki pandangan bahwa selama kinerja perusahannya bagus maka perusahaan tersebut tetap bisa bertahan meskipun kondisi sektor usaha dan ekonomi sedang turun/lesu. 

Nah, itulah dua cara pendekatan analisis yang biasanya dilakukan oleh seorang investor sebelum mengambil keputusan dalam setiap keputusan investasinya. Kalau penulis pribadi, selama ini lebih cocok  dengan pendekatan bottom-up dimana penulis lebih fokus memperhatikan kinerja perusahaannya terlebih dahulu, karena jika kita memakai analsis top-down, sampai kapanpun kita akan kesulitan ketika akan membeli saham karena selalu saja ada berita negatif  tertentu dari negara lain sehingga ekonomi dunia akan mengalami penurunan, krisis dan lain-lain yang akan membuat investor ketakutan, padahal hal tersebut belum tentu berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri.  

Lalu Apa Itu Analisa Teknikal?

Jika analisa fundamental lebih mengukur kinerja suatu saham berdasarkan pendekatan kinerja perusahaan dan kondisi ekonomi secara keseluruhan dan fokus dalam kinerja jangka panjang, maka analisa teknikal adalah analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja suatu saham berdasarkan pergerakan harganya di masa lalu untuk selanjutnya bisa digunakan untuk memperkirakan pergerakan harga di masa depan. Biasanya analisa teknikal ini di gambarkan dalam bentuk grafik dan beberapa indikator tertentu seperti candle stick, histogram, line chart dan juga indikator sederhana seperti moving average (rata-rata pergerakan harga), support and resistance dan lain sebagainya. Biasanya analisa teknikal ini digunakan investor untuk menganalisa pergerakan saham dalam jangka pendek dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham.

Nah, dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa perbedaan utama analisa fundamental dan teknikal adalah pada data yang dianalisis nya. Jika analisa fundamental lebih memperhatikan ke kinerja dan kondisi keuangan perusahaan serta valuasi, maka analisa teknikal lebih fokus kepada pergerakan harga. Kemudian dari segi waktu analisa fundamental horizon investasinya adalah pertumbuhan dalam jangka panjang, sedangkan analisa teknikal berorientasi dalam jangka pendek dengan memanfaatkan fluktuasi harga saham di pasar. Namun kedua analisis ini bisa saling melengkapi dimana analisa fundamental digunakan untuk memilih saham yang berkinerja bagus, sedangkan analisis teknikal digunakan untuk memperkirakan posisi beli atau jual yang ideal.

Jika di analogikan dengan seekor sapi kira-kira begini:

Analisa fundamental di ibaratkan seperti analisa yang memperhatikan kondisi kandang dan kesehatan sapinya, (apakah kandangnya bersih, sapinya gemuk, makanannya tersedia, sehingga dengan kondisi sapi yang sehat dan terawat maka akan meningkatkan harga sapi tersebut). Sedangkan analisa teknikal hanya memperhatikan pergerakan ekor sapinya saja, jadi prinsipnya selama ekornya masih bergerak maka masih ada kehidupan hehe. Jadi analisa teknikal ini tidak terlalu peduli apakah kandangnya bersih atau tidak dan sapinya lagi sehat atau sakit.

Untuk diketahui bahwa di pasar modal terdapat 2 tipe pelaku pasar, yaitu Investor dan trader. Seorang investor biasanya menggunakan analisis fundamental dan seorang trader biasanya menggunakan analisis teknikal dalam kegiatan investasinya. Sebenarnya masih ada satu golongan lagi yaitu golongan gambler/spekulator, tapi tidak disarankan untuk menjadi golongan ini hehe. 

Dalam hal perjalanan investasi penulis selama ini, penulis lebih fokus menggunakan pendekatan  analisis fundamental dan tidak terlalu memahami analisa teknikal (penulis hanya mempelajari analisis teknikal dasar) karena penulis merupakan seorang investor dan bukan seorang trader, sehingga penulis sendiri lebih fokus ke pertumbuhan investasi jangka panjang, jadi kedepannya mungkin di blog ini akan lebih banyak dibahas mengenai analisa fundamental. Jadi mungkin blog ini kurang cocok untuk sobat investor yang lebih memutuskan untuk menjadi seorang trader hehe.

Oke, lalu untuk memulai analisa fundamental itu harus dimulai darimana? karena kita sudah sepakat menggunakan pendekatan bottom-up analisis, maka dokumen yang paling mudah untuk diperoleh untuk selanjutnya dipelajari adalah dengan membaca laporan keuangan. Pertanyaannya, dimana kita bisa memperoleh laporan keuangan tersebut? Karena tulisan ini sudah cukup panjang, kita akan lanjutkan di tulisan berikutnya bagaimana cara memperoleh laporan keuangan perusahaan.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PER & PBV : 2 Metode Sederhana Dalam Valuasi Saham (Part 2)

Rasio-Rasio Dasar Dalam Analisa Laporan Keuangan (Part 1)

Earnings Yield : Cara Sederhana Mengetahui Imbal Hasil Dari Suatu Saham