Jenis dan Konsep Nilai Suatu Saham
Hallo Sobat Investor,
Minggu lalu kita sudah berkenalan dengan saham, baik itu tentang pengertian, wujud, sistem dan contoh dari konsep saham itu sendiri. Buat yang belum baca bisa buka lagi di sini. Nah, di tulisan kali ini penulis akan sharing tentang jenis dan konsep nilai dari suatu saham. Walaupun terkesan teoritis, namun ini penting untuk diketahui oleh calon investor saham sebagai bekal untuk berselancar di dunia saham nantinya.
Oke, kita langsung saja ke pembahasan yang pertama yaitu mengenai jenis-jenis saham. Secara umum saham-saham yang diperdagangkan di bursa ada tiga jenis, yaitu saham biasa (common stock), saham preferen/istimewa (preferred stock) dan saham treasuri/hasil buyback (treasury stock).
1). Saham biasa (common stock)
Saham biasa adalah saham yang biasanya paling banyak di transaksikan oleh para investor dan paling banyak beredar di Bursa Efek. Jika perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas saham saja, saham ini biasanya dalam bentuk saham biasa. Adapun karakteristik dari saham biasa yaitu:
a). Hak atas perolehan dividen dari laba yang dihasilkan oleh perusahaan.
b). Hak atas pembagian sisa ekuitas apabila perusahaan di likuidasi (paling terakhir setelah
pemegang obligasi dan saham preferen).
c) Memiliki hak suara pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
2). Saham preferen (preferred stock)
Saham preferen adalah saham yang mempunyai sifat gabungan (hybrid) antara obligasi dan saham biasa, saham preferen mempunyai beberapa hak seperti hak atas dividen tetap dan hak pembayaran terlebih dahulu jika perusahaan di likuidasi/di bubarkan.
3). Saham Treasuri
Saham treasuri adalah saham milik perusahaan yang sudah pernah dikeluarkan dan beredar di publik yang kemudian dibeli kembali (buyback) oleh perusahaan untuk nantinya dijual kembali ke publik. Saham treasuri ini tidak mempunyai hak dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dan tidak juga memperoleh bagian keuntungan perusahaan/dividen. Hal ini akan meninggalkan kesan saham yang beredar di publik berkurang yang mengakibatkan laba per saham menjadi besar, ini biasanya akan menarik minat calon investor untuk berinvestasi di saham perusahaan tersebut.
Tujuan Perusahaan melakukan Buyback Saham
Suatu perusahaan mempunyai beberapa alasan penting dalam melakukan buyback saham. Berikut adalah rangkuman mengapa buyback saham menjadi popular di dunia saham.
1. Menaikkan rasio keuangan
Alasan utama perusahaan melakukan buyback saham alah untuk menaikkan rasio keuangan. Hal ini berkaitan dengan jumlah saham beredar yang semakin berkurang setelah adanya aksi buyback saham. Semakin sedikit saham beredar, rasio earning per share (EPS)/ laba per saham akan semakin meningkat. Asal tahu saja, EPS menjadi salah satu indikator penilaian fundamental apakah perusahaan tersebut sehat atau tidak.
2. Menghindarkan dari jatuhnya harga saham
Aksi buyback saham umum dilakukan perusahaan keika harga saham perusahaan tersebut sedang mengalami tren penurunan. Supaya harga tidak semakin turun, perusahaan melakukan buyback saham. Hal itu dilakukan guna memengaruhi psikologis investor. Pasalnya, jika suatu saham bergerak dalam tren menurun dan tiba-tiba ada pihak yang membeli dalam jumlah besar, secara otomatis harga saham akan terdongkrak naik dan inevstor menjadi tertarik untuk mengoleksi saham tersebut.
3. Menyiapkan cadangan modal
Alasan berikutnya dari pelaksanaan buyback saham adalah untuk menyiapkan cadangan modal perusahaan. Dikatakan sebelumnya bahwa saham hasil buyback akan menjadi saham treasury yang akan disimpan perusahaan dan dapat dijual kembali ketika harga saham mengalami tren kenaikan. Dengan begitu, perusahaan berpotensi mendapatkan capital gain atau keuntungan dari selisih harga ketika melakukan pembelian saham.
Bagaimana, apakah penjelasan di atas sudah cukup jelas? kita lanjut ke pembahasan yang kedua yaitu mengenai konsep nilai dari suatu saham.
Nilai suatu saham dapat dipandang dalam empat konsep yang memberikan makna berbeda. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :
Pertama, suatu saham memiliki nilai nominal yaitu nilai perlembar saham yang berkaitan dengan kepentingan akuntansi dan hukum. Nilai nominal tidak mengukur nilai riil suatu saham, tetapi hanya digunakan untuk menentukan besarnya modal disetor penuh dalam neraca. Nilai modal disetor penuh adalah nilai nominal saham dikalikan jumlah saham yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Kedua, nilai buku perlembar saham (book value pershare) yaitu total ekuitas dibagi jumlah saham beredar. Nilai ini menunjukkan nilai aktiva bersih perlembar saham yang dimiliki oleh pemegangnya. Nilai buku perlembar saham sebenarnya tidak menunjukkan ukuran kinerja saham yang penting, tetapi dapat mencerminkan berapa besar jaminan yang akan diperoleh oleh pemegang saham apabila perusahaan penerbit saham dilikuidasi.
Ketiga, nilai intrinsik (intrinsic value) adalah harga wajar saham yang mencerminkan nilai sebenarnya dari saham yang diperdagangkan. Nilai intrinsik merupakan nilai sekarang dari arus kas yang akan di terima dimasa yang akan datang.
Keempat, nilai pasar. Nilai pasar (market value) adalah nilai suatu saham yang ditentukan oleh permintaan dan penawaran di bursa saham. Nilai pasar ini sering juga disebut sebagai nilai kapitalisasi, yaitu jumlah saham beredar dikalikan dengan harga perlembar saham. Harga pasar saham inilah yang menentukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Fluktuasi harga saham di bursa yang menentukan risiko sistematis suatu saham.
Kira-kira seperti itulah penjelasan tentang jenis-jenis saham dan konsep nilai dari suatu saham. Penulis harap sobat investor bisa memahami penjelasan materi tersebut. Di postingan selanjutnya, kita akan coba membahas materi yang cukup menarik, yaitu apa saja potensi keuntungan dan risiko kerugian serta manfaat dari berinvestasi saham? Stay tune terus ya di blog ini.
See you soon ^_^

Komentar
Posting Komentar