Apa Itu Pasar Modal?


Hallo Sobat Investor

          Setelah di postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang jenis investasi berdasarkan kelas asset, kalau belum baca boleh dibuka lagi link nya di sini, sesuai dengan tujuan dibuatnya blog ini, disini kita sepakat akan melanjutkan untuk mempelajari salah satu instrumen investasi keuangan di sektor pasar modal yaitu saham. Nah, sebelum lebih lanjut membahas masalah saham, kita harus berkenalan dulu dengan pasar modal itu sendiri. Pasar modal itu apa sih? Biasanya kalau sudah mendengar kata-kata pasar sangat identik dengan Ibu-ibu alias emak-emak dan suasana perdagangan yang ramai hehe. Apakah pasar modal sama dengan pasar-pasar pada umumnya. Apakah disana juga  menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari?

          Oke mari kita bahas. Menurut www.idx.co.id  Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuitas (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya. Instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal merupakan instrumen jangka panjang (jangka waktu lebih dari 1 tahun) seperti saham, obligasi, waran, right, reksa dana, dan berbagai instrumen derivatif seperti option, futures, dan lain-lain. Jadi pada dasarnya, pasar modal (capital market) sama saja dengan pasar lainnya, yakni tempat penjual dan pembeli bertemu  dan melakukan transaksi. Sesuai namanya, perdagangan yang di transaksikan di pasar modal adalah modal dan aktiva yang mewakili modal seperti saham, surat utang dan turunannya (derivatif) baik saham maupun surat utang.

          Dari beberapa pengertian pasar modal tersebut, dapat dijelaskan bahwa pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertama sebagai sarana bagi pendanaan usaha atau sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang diperoleh dari pasar modal dapat digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain. Kedua, pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan seperti saham, obligasi, reksadana, dan lain-lain. Nah supaya ada gambaran tentang pasar modal, berikut penulis sertakan videonya :


            Bagaimana setelah sobat investor melihat videonya?. Apakah sudah lebih paham atau masih bingung? hehe. Penulis harapkan sih sobat investor sudah lebih memahami apa itu pasar modal.


          Lalu apakah ada peranan pasar modal bagi suatu negara? Nah perlu di ketahui, bahwa hampir sebagian besar negara-negara di dunia mempunyai pasar modal tentunya dengan sebutan/nama yang berbeda pula. Di Indonesia kita mengenal sebutan pasar modal kita dengan nama Bursa Efek Indonesia (sebelum merger tahun 2007 terdapat 2 bursa di Indonesia, yaitu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya) atau di dunia internasional bursa kita dikenal dengan sebutan Indonesia Stock Exchange (IDX). Adapun untuk negara-negara lain seperti Amerika Serikat memiliki New York Stock Exchange (NYSE), lalu Inggris memiliki London Stock Exchange dan begitupun negara yang lainnya. Jadi, secara sederhana peranan pasar modal bagi suatu negara bisa dikatakan sebagai benteng atau cerminan perekonomian suatu negara. Bila pasar modal di suatu negara sudah maju dan kesadaran berinvestasi warganya tinggi, maka dapat dikatakan perekonomian negara tersebut sudah kuat dan implikasinya negara tersebut kemungkinan besar tidak akan mudah terkena resesi/krisis.

          Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia tumbuh signifikan dalam 5 tahun terakhir. Direktur Utama BEI menyebutkan saat ini sampai Oktober 2019 berdasarkan data KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) jumlah investor sudah mencapai 2,2 juta dimana 60% merupakan milenial. Waaah it’s amazing, untuk itu kita juga harus menjadi bagiannya. Apalagi, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai kurang lebih 270 juta jiwa, berarti jumlah masyarakat yang berinvestasi di pasar modal, 1% nya saja belum tercapai. Bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, yang dimana tingkat partisipasi masyarakatnya yang berinvestasi di pasar modal negara tersebut mencapai 20-30%, maka dengan presentase Indonesia yang belum mencapai 1%, potensi untuk bertumbuh dan berkembangnya pasar modal Indonesia masih sangat besar. Thus, dengan kita mengetahui kondisi tersebut, ini berarti adalah suatu peluang yang sangat besar untuk memulai berinvestasi di pasar modal sedini mungkin. Jika nanti suatu saat masyarakat di Indonesia sudah menjadikan investasi sebagai bagian dari gaya hidup dan jumlah investor yang semakin bertambah besar, maka itu akan berimbas pada perekonomian Indonesia yang semakin kuat. Dan tentunya, jika kita sudah memulai investasi di pasar modal dari sekarang, disaat orang lain belum memulainya, maka peluang untuk menumbuhkan asset/modal kita di masa yang akan datang semakin terbuka lebar. Ketika katakanlah 10 tahun mendatang  orang lain baru akan memulai investasi, asset/modal kita sudah bertumbuh sedemikian besarnya karena kita sudah curi start  di awal.

       Bagaimana, apakah sobat investor tertarik berinvestasi di pasar modal? Jika jawabannya “Ya” jangan khawatir, di postingan selanjutnya, kita akan berkenalan dengan instrumen saham yang memang akan menjadi aktor utama di blog ini hehe.

          Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini, semoga memberikan sedikit manfaat dan wawasan bagi yang membacanya.
        

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PER & PBV : 2 Metode Sederhana Dalam Valuasi Saham (Part 2)

Earnings Yield : Cara Sederhana Mengetahui Imbal Hasil Dari Suatu Saham

Rasio-Rasio Dasar Dalam Analisa Laporan Keuangan (Part 1)