Berkenalan Dengan Saham
Hallo Sobat Investor,
Di postingan sebelumnya kita sudah mempelajari tentang pasar modal, baik itu pengertian, instrumen yang diperdagangkan serta kondisi pasar modal di Indonesia itu sendiri. Jika belum boleh baca lagi di sini. Ok, seperti janji penulis, di tulisan kali ini kita akan berkenalan dengan salah satu instrumen investasi di pasar modal yaitu “saham”. Nah memang maksud awal dibuatnya blog ini adalah untuk sharing masalah saham. Jadi kedepan dan seterusnya kita akan memfokuskan untuk membahas dan sharing segala yang berhubungan dengan investasi saham. Bagaimana, apakah anda maih berminat membaca tulisan ini? Jika masih, here we go!.
Ketika mendengar kata saham, apa yang ada dipikiran anda? sesuatu yang penulis yakin pasti sobat investor tidak asing dan sering mendengar atau minimal pernah mendengar. Tapi kalau bagi yang belum tahu dan belum pernah sama sekali mendengar kata saham, bisa saja yang ada di benaknya mungkin berpikir saham itu sejenis makanan atau sejenis hewan kah? hehe
Sering kita mendengar istilah saham, namun mungkin sebagian besar tidak tahu apa arti dari kata saham itu sendiri. Jadi yang dimaksud dengan saham itu apa sih? Oke sebelum kita bahas lebih lanjut kita simak video nya dulu yuk :
source : idx youtube channel
Bagaimana, setelah melihat video nya? kira-kira sobat investor sudah ada gambaran mengenai apa itu saham?
Baik kita coba bahas.
Saham merupakan satu dari sekian banyak pilihan investasi, yang belakangan semakin diminati oleh semua kalangan, bahkan telah merambah mahasiswa sampai ibu-ibu rumah tangga. Sosialisasi serta akses yang semakin mudah, menjadi sarana bagi siapa saja untuk bisa turut berinvestasi saham dimana dan kapan saja. Teratur, aman, dan efisien menjadikan saham sebagai sebuah instrumen investasi paling aktraktif setelah deposito, obligasi, properti atau emas. Setidaknya, bisa dilihat dari volume transaksi perdagangan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Sebagai informasi, per tahun 2019 ini rata-rata transaksi harian perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencapai 7 triliun rupiah. Waaaaw……
Jadi, bisa dikatakan Saham adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau kepemilikan individu maupun institusi atas suatu perusahaan. Saham sebagai sekuritas yang bersifat ekuitas, memberikan implikasi bahwa kepemilikan saham mencerminkan kepemilikan atas suatu perusahaan. Berbeda dengan obligasi, saham tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo (perpetual) dan tidak memberikan pendapatan tetap. Saham itu adalah aset, ia bukan hanya sekedar kertas atau angka-angka yang ditampilkan di monitor komputer. Setiap lembar saham yang kita pegang mewakili aset dari perusahaan yang menerbitkan saham tersebut.
Yah kalo contoh sederhana nya kira-kira begini :
Misalkan Asep ingin membuka usaha jualan bakso. Untuk menjalankan usahanya tersebut, katakanlah diperlukan modal awal 10 juta rupiah untuk membeli gerobak, peralatan dan bahan baku. Sedangkan Asep hanya memiliki modal sebesar 7 juta rupiah, yang artinya masih kekurangan modal 3 juta rupiah. Lalu langkah apa yang bisa dilakukan Asep untuk mendapatkan kekurangan modal tersebut? Ada beberapa skema/alternatif, yaitu bisa meminjam ke bank atau meminjam ke teman dengan imbalan bunga, atau berbagi kepemilikan dengan orang lain yang mau menanamkan modal ke usaha nya. Katakanlah Asep memilih skema yang terakhir yaitu berbagi kepemilikan, lalu Usep dan Saep berminat untuk menjadi investor dan menanamkan modal kedalam usaha bakso nya Asep. Usep menyetor modal 2 juta dan Saep menyetor modal 1 juta rupiah. Nah, berarti sekarang sudah terkumpul modal 10 juta yang dibutuhkan Asep, namun dengan konsekuensi harus berbagi keuntungan karena ada 2 investor lain dalam usaha nya. Berarti berdasarkan struktur permodalan Asep menggenggam 70% kepemilikan (7 jt/10 jt x 100%), sedangkan Usep 20% dan Saep 10%. 1 tahun kemudian katakan modal usaha Asep meningkat menjadi 20 jt, maka modal Asep pun meningkat menjadi 14 jt (20 jt x 70%), sedangkan modal Usep menjadi 4 jt dan modal Saep menjadi 2 jt. Jika dalam perjalanannya ada salah satu yang ingin keluar dari usaha tersebut, maka ia bisa menjual kepemilikannya kepada investor lain yang berminat dan otomatis hak-hak yang didapatkan pun berpindah tangan kepada pemilik yang baru.
Sifat dasar investasi saham adalah memberikan peran bagi investor dalam memperoleh laba perusahaan. Setiap pemegang saham merupakan sebagian pemilik perusahaan, sehingga mereka berhak atas sebagian dari laba perusahaan. Namun hak tersebut terbatas karena pemegang saham berhak atas bagian penghasilan perusahaan hanya setelah seluruh kewajiban perusahaan dipenuhi.
Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas itu adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut. Jadi prinsipnya sama dengan menabung di bank, setiap kali menabung pasti akan mendapatkan slip yang menjelaskan bahwa telah menyetorkan sejumlah uang. Dalam investasi saham, yang kita terima bukan slip melainkan saham.
Nih kira-kira wujud saham seperti gambar berikut ini :
Dari sekian banyak instrumen investasi di pasar modal, saham adalah instrumen yang paling populer dan paling banyak dipilih investor sebagai sarana investasi nya.
Mungkin alasannya karena investasi di saham bisa memberikan peluang keuntungan yang tidak terbatas serta memiliki likuiditas yang tinggi, maksudnya dalam hal ini gampang untuk diperjualbelikan.
Di zaman dulu, sebelum adanya sistem JATS (Jakarta Automated Trading System) atau sistem remote trading (perdagangan jarak jauh), perdagangan saham di indonesia menggunakan papan harga yang ditulis secara manual. Bisa dibayangkan betapa ribetnya jika ingin membeli saham di bursa, belum lagi investor harus teriak-teriak jika akan melakukan penawaran terhadap saham yang akan dibeli ataupun dijual. Kemudian di tahun 2002, diberlakukan sistem perdagangan scripless trading atau perdagangan tanpa warkat, dimana sebelumnya jika investor membeli saham maka akan mendapatkan bukti berupa sertifikat saham, dan jika ingin menjual kembali sahamnya maka bukti sertifikat tersebut harus diserahkan pula, waaah bisa kebayang kan betapa repotnya?
Tapi tenang, itu kan dulu. Sekarang dengan semakin majunya teknologi maka investasi saham pun semakin mudah diakses, salah satunya yaitu kita bisa melakukan transaksi jual-beli saham selama jam bursa hanya lewat ponsel pintar dengan menggunakan fasilitas online trading, dimanapun dan kapan pun selama ada koneksi internet. Jadi, sudah bukan alasan lagi kalau investasi saham itu ribet hehe.
Oke, berhubung sudah kepanjangan nulisnya, penulis cukupkan dulu sampai disini. Di postingan berikutnya Insya Allah kita akan membahas jenis dan konsep nilai saham.


Komentar
Posting Komentar