Cara Membaca Bid/Offer
Apa kabar sobat investor?
Bagaimana kabarnya? Setelah hampir 3 tahun tidak sempat menulis di blog karena berbagai kesibukan pekerjaan penulis dan aktivitas lainnya (salah satunya karena faktor malas juga, hehe) penulis coba mengumpulkan kembali niat untuk menulis di blog ini. Mohon maaf jika penulis tidak konsisten dalam memposting artikel dan kedepannya akan diusahakan minimal sebulan sekali memposting artikel, semoga saja sempet ya hehe.
Melanjutkan postingan sebelumnya (terakhir posting tahun 2020 wkwk) bagaimana bertransaksi saham dengan online trading atau biar lebih mudah kita sebut saja olt, bisa dibaca lagi di sini, maka ketika kita membuka aplikasi olt tersebut kita akan langsung melihat kolom bid-offer pada papan perdagangan. Untuk investor pemula jelas tidak akan paham dengan istilah tersebut, ditambah lagi dengan banyak nya angka-angka dan istilah-istilah yang rumit membuat investor pemula tambah pusing hehe.
Oke jadi biar penulis jelaskan, sederhananya bid itu adalah papan/kolom yang menerangkan banyak nya investor yang berminat untuk membeli saham suatu perusahaan tertentu sesuai dengan fraksi harga yang telah ditentukan oleh Bursa Efek Indonesia. Sedangkan kolom/papan offer adalah kolom yang menerangkan seberapa banyak investor yang ingin menjual saham suatu perusahaan pada harga dan jumlah lot tertentu. Jadi sederhananya bid itu adalah permintaan dan offer itu adalah penawaran atau dalam ilmu ekonomi kita mengenal apa itu demand dan supply. Nah dengan kita bisa membaca bid/offer suatu saham maka kita bisa memperoleh informasi apakah suatu saham sedang ramai diperdagangkan oleh investor atau malah sepi tidak ada yang mentransaksikan saham tersebut.
Umumnya jika bid/offer suatu saham memiliki jumlah ribuan/puluhan ribu lot maka bisa dibilang saham tersebut banyak diminati oleh para investor dan sahamnya likuid untuk diperdagangkan, sedangkan jika bid/offer nya tipis/sedikit bisa jadi saham tersebut kurang diminati oleh investor sehingga sahamnya tidak likuid diperdagangkan.
Dibawah ini contoh kolom bid/offer saham PT Indofood Sukses Makmur (kode saham : INDF) yang merupakan salah satu perusahaan besar yang bergerak di sektor consumer goods di Bursa Efek Indonesia.
Kolom tersebut dinamakan dengan order book (kolom permintaan) dimana terdapat banyak keterangan didalamnya termasuk ada kolom bid dan offer. Oke penulis coba jelaskan tulisan tersebut satu-persatu.
Di kolom paling atas terdapat keterangan kode saham dan nama perusahaan tersebut dimana di atas adalah kolom bid dan offer saham INDF. Sebagai informasi, di Bursa Efek Indonesia perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di bursa atau telah berstatus Tbk (baca : terbuka) diberikan kode/ ticker 4 huruf sehingga akan memudahkan investor ketika akan mentransaksikan saham tersebut dan tentunya mudah untuk di ingat. Contoh lain seperti Bank BRI maka kode sahamnya adalah BBRI, Telkom Indonesia kode sahamnya TLKM, Astra International kode sahamnya ASII, dan banyak lagi perusahaan lainnya. Setiap bursa di dunia memiliki kebijakan yang berbeda dalam memberikan kode saham, ada yang menggunakan 3 huruf malah ada juga yang menggunakan angka sebagai kode suatu saham.
Nah pada gambar diatas terdapat keterangan current, +/-, high, low, val(B), vol(K), avg, (%), open, prev, freq, dan last vol. Oke, penulis coba jelaskan istilah tersebut satu-persatu.
current/currennt price adalah informasi harga saham INDF saat ini yang sedang diperdagangkan yaitu di level/harga 6.275 dimana sedang terjadi transaksi investor membeli dan menjual di harga tersebut.
Kemudian tanda +/- memberikan informasi berapa poin saham tersebut telah naik/turun dibandingkan dengan harga penutupan sehari sebelumnya. Pada gambar di atas saham INDF telah naik 50 poin bila dibandingkan dengan harga opening atau harga sehari sebelumnya sehingga angkanya berwarna hijau, sebaliknya jika angka 50 berwarna merah maka itu artinya telah turun 50 poin bila dibandingkan harga penutupan sebelumnya.
high memberi informasi berapa level/harga tertinggi yang berhasil dicapai saham INDF pada perdagangan hari tersebut dimana saham INDF sempat menyentuh harga tertinggi 6.300, dimana itu artinya ada investor yang berani membeli dengan harga lebih tinggi dan ada juga investor yang berhasil menjual di harga 6.300 tersebut, sedangkan low adalah kebalikannya, yaitu level/harga terendah yang disentuh di hari tersebut dimana saham INDF sempat diperdagangkan di harga 6.200 atau lebih rendah dbandingkan penutupan hari sebelumnya di level/harga 6.225.
Avg adalah harga rata-rata pasar pada hari itu dimana saham INDF diperdagangkan pada harga rata-rata 6.239 dan jika pada hari itu ada investor yang berhasil membeli saham INDF dibawah harga rata-rata dan menjual diatas rata-rata harga pasar maka investor tersebut akan memperoleh capital gain.
% memberikan informasi seberapa besar persentase kenaikan/penurunan saham INDF pada hari itu, jika berwarna hijau maka saham INDF mengalami kenaikan begitupun sebaliknya jika persentase berwarna merah maka menunjukan penurunan.
Open adalah harga pembukaan dimana harga saham INDF dibuka pada harga 6.275 atau 50 poin lebih tinggi di banding previous price atau harga penutupan kemarin di mana saham INDF di tutup di level/harga 6.225.
Freq adalah jumlah frekuensi saham INDF diperdagangkan dimana pada hari tersebut sahamm INDF diperdagangkan sebanyak 940 kali dan last vol memberikan informasi jumlah lot yang di transaksikan terakhir sebanyak 20 lot.
Bid adalah antrian investor beli dimana bisa kita lihat ada investor yang mengantri beli di harga 6.250, 6.225 dan 6.200 (kelipatan 25, di postingan lain penulis akan menjelaskan fraksi harga yang berlaku di BEI) sedangkan offer adalah antrian investor yang ingin menjual saham INDF di harga 6.275, 6.300 dan 6.325.
Bvol adalah jumlah antrian lot beli dari keseluruhan investor di masing-masing harga, sedangkan Ovol adalah antrian lot jual dari keseluruhan investor. sedangkan tanda # adalah banyak nya jumlah investor yang mengantri beli/jual di harga tersebut. Contohnya kita bisa melihat di harga 6.250 terdapat antrian investor beli sebanyak 33 investor dengan jumlah lot 1.137 dan di harga 6.275 terdapat antrian jual 67 investor sebanyak 1.715 lot.
Di bursa menganut konsep price priority dan time priority, yang artinya investor dengan harga penawaran beli yang lebih tinggi dan investor dengan harga penawaran jual yang lebih rendah dan memasukan order beli terlebih dahulu akan mendapatkan prioritas dalam terjadinya transaksi.
Jadi intinya di bursa itu kita juga bisa nawar, jika kita dalam posisi beli maka kita bisa menawar harga serendah mungkin dan jika kita dalam posisi jual maka kita bisa menawarkan dengan harga setinggi mungkin. Untuk itu, sebelum melakukan transaksi jual-beli, kita perlu menganalisa terlebih dahulu di harga berapa kita ingin membeli/menjual saham tersebut.
Okay, karena pembahasan kali ini sudah cukup panjang, maka penulis rasa tulisan kali ini sudah cukup dan semoga sobat investor sudah memiliki gambaran dan tidak lagi bingung membaca bid/offer sehingga lebih siap untuk bertransaksi saham di pasar modal. Di postingan selanjutnya penulis akan coba menjelaskan apa itu IHSG dan pengaruhnya terhadap harga saham.
%20-%20Copy.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar