Memahami Perbedaan Price vs Value
Jika saat ini ada seorang teman anda yang datang kepada anda menawarkan motor matic Yamaha N-Max dimana teman anda ini akan menjual motor nya dan menawarkan kepada anda pada harga 15 juta, padahal motor tersebut baru teman anda pakai kurang dari 1 tahun dari pertama kali ia membeli nya dari dealer (motor baru). Sedangkan di satu sisi, anda tahu bahwa harga baru/harga pasaran motor Yamaha N-Max tersebut berada di kisaran 30 Juta, yang artinya jika anda membelinya maka anda akan memperoleh harga 50% lebih rendah dari harga pasaran. Namun meskipun harga jual motor teman anda tersebut menggiurkan, tentu anda tidak akan langsung membeli nya bukan? Setidaknya akan ada tiga pertanyaan di benak anda yaitu:
1. Mengapa teman anda menjual di harga yang jauh lebih rendah daripada harga pasarannya?
2. Bagaimana kondisi motornya sehingga teman anda menjual di harga tesebut?
3. Value apa yang anda peroleh jika membeli motor teman anda tersebut?
Setelah anda bertanya kepada teman anda alasan mengapa teman anda menjual motornya di harga 15 juta, teman anda tersebut bercerita bahwa saat ini ia sedang membutuhkan uang dengan sangat segera senilai 15 juta karena ada kebutuhan yang sangat urgent sehingga teman anda tersebut harus rela melepaskan motor nya. Walaupun sebenarnya ia menginginkan harga jual yang lebih tinggi namun karena akan membutukan waktu lebih lama maka ia rela motornya di jual di harga berapapun asal tidak lebih rendah dari uang yang ia butuhkan yaitu senilai 15 juta.
Tentunya sebelum memutuskan membeli barang apapun pasti kita akan check and re-check kondisi barang tersebut, karena ada istilah "teliti sebelum membeli, barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan". Dalam hal ini setelah anda menyatakan minat dan tertarik untuk membeli motor teman anda tersebut maka langkah pertama yang akan anda lakukan adalah mengecek kondisi motor tersebut secara menyeluruh apakah semua bagian nya masih berfungsi dengan baik atau tidak dan masih laik pakai atau tidak, kemudian anda juga akan mengecek kelengkapan surat-suratnya. Katakan setelah anda cek semuanya dan anda menyimpulkan bahwa motor teman anda ini masih sangat bagus dan masih laik pakai, maka selanjutnya anda akan membayar harga yang telah disepakati bersama yaitu sebesar 15 juta. Dalam hal ini motor tersebut telah resmi berpindah kepemilikan dari teman anda kepada anda dan segala sesuatu yang melekat pada motor tersebut untuk sekarang ini menjadi hak dan tanggung jawab anda.
Karena sejak awal anda sudah mengetahui harga pasaran (harga wajar) motor N-Max tersebut berada di kisaran 30 juta dan anda juga sedang tidak membutuhkan uang dalam waktu dekat, maka dalam hal ini anda juga tidak terburu-buru dalam menjualnya kembali, melainkan menunggu sampai ada pembeli lain yang berminat dengan motor anda pada harga 30 juta. Dalam hal ini sebenarnya anda sudah untung 100% meskipun motor tersebut belum dijual kembali oleh anda. Katakan beberapa bulan kemudian ada orang lain yang sedang mencari motor N-Max tersebut dan kemudian menawar motor N-Max anda senilai 20 juta, namun karena anda sedang tidak memerlukan uang dalam waktu dekat maka anda pun menawarkan harga jual yang lebih tinggi kepada orang tersebut senilai 30 juta sesuai dengan nilai wajarnya. Karena orang tersebut sangat menginginkan motor anda, maka akhirnya setelah bernegosiasi disepakati harga jual motor tersebut pada angka 25 juta dan dalam hal ini anda memperoleh keuntungan "real" 67% dari harga beli anda yang senilai 15 juta.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, maka bisa diperoleh kesimpulan bahwa price dan value merupakan dua hal yang berbeda meskipun sama-sama berupa angka, dalam hal ini maka yang menjadi price adalah angka 15 juta tadi sedangkan value nya adalah 30 juta. Kemudian ketika motor tersebut dijual kembali pada angka 25 juta, maka angka tersebut menjadi price yang baru dari price yang sebelumnya.
Menurut investor legendaris dunia Warren Buffet, mengatakan bahwa "price is what you pay and value is what you get" . Kalo dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih begini "harga adalah apa yang anda bayarkan dan nilai adalah apa yang anda dapatkan". Sederhananya harga adalah apa yang kita keluarkan dari kantong sedangkan nilai itu adalah apa yang masuk ke kantong kita. Selama nilai yang masuk ke kantong kita lebih besar daripada harga yang kita keluarkan, maka dalam investasi hal tersebut merupakan hal yang sangat bagus. Semakin jauh perbedaan antara nilai dan harga, maka semakin besar peluang kita untuk memperoleh keuntungan.
Nah dalam investasi saham pun sama, tugas kita sebagai seorang investor adalah mencari saham yang dijual dengan harga dibawah nilai wajar nya, dalam hal ini disebut dengan nilai intrinsik. Kemudian bagaimana cara kita agar mengetahui suatu saham dijual dibawah nilai intrinsik nya? Kita bahas di tulisan selanjutnya ya...
Happy Weekend and Happy Investing
Kalau kata Lo kheng hong itu "Harta karun terbesar didunia ada didalam pasar modal, bukan di dasar laut. Sangat disayangkan bila ada orang tidak mengenal pasar modal".
BalasHapus